alhamdulillah Tafsir Pagi Hari di MT Darul Futuh udah hampir selesai Juz Amma..Pagi ini masih di surat Al-Fatehah Ayat ke 2…
Di antara Mutiara Tafsir Al-Fatihah
– Berkata Imam Ibnu Kastri menukil pendapat Imam Fakhruddin Ar-Rozi :
وَقَالَ فَخْرُ الدِّينِ الرَّازِيُّ: وَقِيلَ: إِنَّهُ مُشْتَقٌّ مِنْ أَلِهْتُ إِلَى فُلَانٍ، أَيْ: سَكَنْتُ إِلَيْهِ، فَالْعُقُولُ لَا تَسْكُنُ إِلَّا إِلَى ذِكْرِهِ، وَالْأَرْوَاحُ لَا تَفْرَحُ إِلَّا بِمَعْرِفَتِهِ؛ لِأَنَّهُ الْكَامِلُ عَلَى الإطلاق دونغَيْرِهِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ} [الرَّعْدِ: 28] [تفسير ابن كثير ت سلامة 1/ 123].
Imam Fakhrudiin Ar-Rozi berkata : Lafadz Allah itu dikeluarkan dari akar kata اَلِهَ dari perkataan أَلِهْتُ إِلَى فُلاَن yakni maknanya aku menenangkan diri kepadanya. Jadi akal itu tidak akan tenang kecuali dengan mengingatNya. Dan Arwah itu tidak akan BAHAGIA kecuali dengan Ma’rifat kpdNya..Sebab hanya Dialah yg Maha Sempurna secara mutlak bukan yg selainnya. Allah SWT berfirman : Ingatlah dengan berdzikir kpd Allah lah hati hati akan menjadi tenang (nyantai, nikmat bahagia) ” (QS Ar-Ro`du – 28)
Dari sekalian alam semesta makhluk ciptaan Allah mereka nanti terbagi menjadi dua bagian :
1. Makhluk yg bisa sampai ke tepian Pantai Lautan Kema’rifatan Kpd Allah ..
2 Makhluk yg masih tetap dalam kebingungan dan kebodohannya berbuptar putar tidak punya tujuan sekakan akan mereka tidak punya Akal dan Ruh..

Komentar Saya :

Sebenarnya kalau kita mau menggunakan akal kita merenungi perkataan para Ulama di atas semuanya akan menjadi jelas. Hampir di antara kita semua jika terjebak dalam satu masalah pasti akan ingat atau menyebut atau lisan kita akan mengucapkan segala sesuatu yg pada akhirnya kembalinya kpd Allah..contoh “ya Ampun”….(asalnya Ya Allah Ampun)…”aduuh tobat deh”…(aduh aku kembali deh ke jalan Allah krn makna taubat adalah kembali)…”tau ah Gelap” ..(padahal jaman sekarang ada PLN dan siang hari terang, hal ini karena dia tidak punya nur seperti yg Allah isyaratkan dalam Quran sehingga hidupnya dalam dhulumat atau kegelapan) dll. Jadi kenapa orang sekarang kebanyakan mengeluh, yg itu jelas bukti ketidak bahagiaan, kesesatan mereka dari jalan kebahagiaan yg sesungguhnya yg walaupun mereka sebenarnya mencari, berusaha untuk itu tapi tetap sering mengeluh. Hal ini kata kuncinya karena mereka tidak Ma’firat kpd Allah yg maha sempurna.
Ada orang yg ingin jiwanya bahagia dg merintis usaha dan ekonominya..ternyata begitu dia menggeluti dunia di dalamnya penuh dg kesibukan, capek, ruwet, banyak penipuan dsb akhirnya justru jika bertambah ekonominya, usahanya, pelanggannya, orderannya bukan malah tambah tenang dan bahagia tapi tambah sibuk dan sumpek hidupnya karena dunia itu penuh kekurangan.
Ada orang yg ini jiwanya bahagia dan senang dengan menjalin hubungan dg makhluk baik dalam bentuk pertemanan, persahabatan, percintaan (pacaran atau suami istri) ternyata menemukan hal yg sama juga karena pacar mereka, temen mereka, dan bahkan istri atau suami yg mereka lihat sekilas sebelumnya itu ternyata semakin dikenal semakin ketahuan kekurangan dan boroknya. Mulailah adanya penyesalan dan masalah timbul sehingga tidak bahagia.
Ada orang yg ingin senang dan bahagia dg membeli barang-barang baru atau punya fasilitas. Eh ternyata sama juga karena benda apapun pasti akan rusak, jadi jadul dan membosankan akhirnya kembali seperti di atas, nyesel ngeluh dan seterusnya…
Makanya kita banyak menemukan orang yg banyak hadir dzikir, pengajian di majelis atau mushollah adalah orang tua bukan anak muda. Kenapa karena kalau mereka ditanya kebanyakan sudah bosan dengan kehidupan dunia yg sudah mereka ketahui, mereka geluti puluhan tahun dari umur mereka pada akhirnya mereka menyimpulkan ingin mencari ketenangan, saat itulah mereka kembali berdzikir, ke majelis yaa moga aja belum terlambat dan ga keburu kena penyakit strok dll. Iya tiba jatuh sakit karena selama ini dia tertipu, kecewa yg sangat dalam dengan usahanya yg selama ini salah.
Begitu pula yg mengejar kebahagiaan dengan jabatan, syahwat dan kesenangan duniawi semuanya akan menemukan titik jenuh dan mentok karena segala sesuatu selain Allah SWT adalah makhluk yg serba terbatas, banyak kurangan dan tidak sempura.
Berbeda dengan para ulama yg selama hidupnya berusaha untuk lebih dekat, lebih makrifat kpd allah dengan beriman dan beramal sholeh. Diawal perjalanan tersebut walaupun mereka susah payah namun perlahan tapi pasti semua janji dari Allah kpd setiap orang yg berusaha mendekat dan makrifat pasti akan Allah wujudkan. Sehingga semakin mereka dekat semakin bahagian mendapatkan janji Allah, anugrah Allah dan Kesenangan, ketenangan dari Allah sampai pada puncaknya mendapat keridhoan Allah.
Semoga kita termasuk orang orang yg berjalan di atas jalan yg pernah ditempuh para pendahulu kita yang sudah sampai di tepian pantai kema’rifatan kpd Allah dengan mengikuti jejak yg mereka tinggalkan yakni ilmu dan amal sholeh yg sudah mereka wariskan kpd kita…sehingga kita di tengah perjalanan bisa merasakan, mendapatkan seperti apa yg mereka rasa dan dapatkan…
Ya Allah Engkaulah yg telah membimbing mereka para ulama dan guru-guru kami bisa menempuh jalan kedekatan kpd Mu sehingga mereka bisa sampai menemukan kebahagian hakiki dan tidak terputus oleh halangan, rintangan, ujian dan godaan…bimbinglah dan bantulah kami Ya Allah sampai kami kelak bisa Engkau kumpulkan bersama mereka..orang orang yg telah Engkau beri Nikmat atas mereka. Bukan jalannya orang yg Kau benci dan jalannya orang yg sesat. Amin