Alhamdulillah pagi ini pelajaran tafsir kita sudah sampai di surat Al-Fatihah ayat ke 2
Berkata para ulama Ahli Tafsir Rahimahumullah
Berkata Imam Al-Baghowi :
وَالْحَمْدُ يَكُونُ بِمَعْنَى الشُّكْرِ عَلَى النِّعْمَةِ وَيَكُونُ بِمَعْنَى الثَّنَاءِ عَلَيْهِ بِمَا فِيهِ مِنَ الْخِصَالِ الْحَمِيدَةِ، يُقَالُ حَمِدْتُ فُلَانًا عَلَى ما أسدى إليّ من نعمة، وَحَمِدْتُهُ عَلَى عِلْمِهِ وَشَجَاعَتِهِ، وَالشُّكْرُ لَا يَكُونُ إِلَّا عَلَى النِّعْمَةِ، والحمد أَعَمُّ مِنَ الشُّكْرِ إِذْ لَا يُقَالُ: شَكَرْتُ فُلَانًا عَلَى عِلْمِهِ، فَكُلُّ حَامِدٍ شَاكِرٌ وَلَيْسَ كُلُّ شَاكِرٍ حَامِدًا، وَقِيلَ: الْحَمْدُ بِاللِّسَانِ قَوْلًا وَالشُّكْرُ بِالْأَرْكَانِ فِعْلًا، [تفسير البغوي – إحياء التراث 1/ 73]
Lafadz Al-hamdu bisa bermakna syukur atas suatu nikmat dan bisa bermakna pujian atas sesuatu sebab adanya kebaikan di dalam sesuatu tsb yg layak dipuji. Sehingga bisa dikatakan “Aku mensyukuri (Hamidtu) si fulan atas kebaikan yg telah dia berikan kpd saya dan aku memujinya (hamidtuhu) karena keilmuannya dan karena keberaniannya. Sedangkan syukur itu tidak akan ada melainkan karena adanya nikmat. Jadi Lafadz ‘alhamdu’ itu lebih umum / lebih luas dari pada laga ‘asy-syukur’. Sebab tidak bisa dikatakan saya mensyukuri (syakartu) si fulan atas keilmuannya. Maka setiap oang yang bertahmid itu berarti dia juga orang yg bersyukur, dan tidak setiap orang yg bersyukur berarti dia juga bertahmid.
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: هُمُ الْجِنُّ والإنس، لأنهم مكلفون بِالْخِطَابِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: لِيَكُونَ لِلْعالَمِينَ نَذِيراً [الْفُرْقَانِ: 1]
وَقَالَ قَتَادَةُ ومجاهد والحسن: جميع المخلوقين، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: قالَ فِرْعَوْنُ وَما رَبُّ الْعالَمِينَ (23) قالَ رَبُّ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَما بَيْنَهُمَا [الشعراء: 23. 24] ، وَاشْتِقَاقُهُ مِنَ الْعِلْمِ وَالْعَلَامَةِ، سُمُّوا بِهِ لِظُهُورِ أَثَرِ الصَّنْعَةِ فِيهِمْ،
[تفسير البغوي – إحياء التراث 1/ 74]
Ibnu Abbas Ra. Berkata : العالمون mereka itu adalah jin dan manusia. Sebab mereka itulah yg diberi beban oleh firman Allah SWT. Allah SWT berfirman “Agar supaya menjadi peringatan bagi segenap alam (jin dan manusia)”. Imam Qotadah, Imam Mujahid dan Imam Hasan Ra. Berkata : alamun artinya adalah seluruh makhluk. Allah SWT berfirman : Firaun berkata “siapa Rabbul Alamin (Tuhan semesta alam) itu?” Musa AS menjawab : Tuhan yg menciptakan langit dan bumi dan juga segala apa yg ada di antara keduanya. (QS Syu’aro 23-24). Dan akar katanya dari kata ’Ilm dan ‘Alamah. Dinamakan demikian sebab sangat tampak dengan jelas bukti penciptaan Allah pada segenap alam tsb.

Komentar Saya :

Dalam tulisan sebelumnya sudah dibahas akan pendapat ulama tentang asal kata dan makna lafadz Allah SWT. Kembali kepada ayat secara utuh yakni alhamdu lillahi rabbil alamin. Ayat ini adalah suatu nikmat yg sangat besar dari Allah SWT kpd segenap hambaNya bahwa Allah dengan segala kemuliaan dan kasih sayangnya berkenan memberikan contoh kepada kita bagaimana memuja, memuji dan bersyukur kpd Allah SWT yg jelas-jelas selalu memberi nikmat tiada terputus kepada seluruh makhluk, Yang memiliki segala kesempurnaan dan kelebihan, dan bahkan seluruh kesempurnaan dan kelebihan yg dimiliki oleh makhlukNya berasala dari Allah SWT semata sehingga dengan landasan inilah Allah SWT lah yg semata-mata berhak dipuja dan dipuji. Coba bayangkan jika kewajiban bersyukur dari Allah SWT atas setiap satu nikmat saja yakni contohnya berupa satu tarikan nafas kita dikenakan biaya atau disuruh membalas dg suatu perbuatan..wah betapa berat syukur yang harus kita lakukan berkat nikmat nafas yang setiap hari kita bisa rasakan tanpa kita sadari dan kadang tidak kita syukuri dan kita sia-siakan..
Yah segala nikmat dari Allah SWT yg kita rasakan itu cukup bagi kita hanya dituntut untuk mengucapkan Alhamdulillah, itu sudah cukup dan dianggap oleh Allah sebagai bentuk syukur dan taat kita kpd Allah SWT atas nikmat yang kita terima dari Allah SWT. Namun demikian juga kita masih sering melupakan dan tidak mengucapkan Alhamdulillah dalam setiap keadaan dan nikmat yg kita terima. Contoh ketika kita keluar kamar mandi habis buang air dan bangun tidur. Sering kita melupakan kedua nikmat besar tersebut tidak mengucapkan Alhamdulillah. Padahala coba bayangkan kalau kita tidak bisa buang air kecil dan air besar, atau kita bisa bangun tapi Cuma bisa membuka mata saja sedangkan anggota tubuh yang lain tidak bisa digerakkan..berapa biaya yang harus kita bayar untuk mengembalikan nikmat tsb yang setiap hari Allah berikan kepada secara geratis itupun kita lupa untuk mensyukurinya dengan mengucapkan Alhamdulillah.
Ini belum nikmat nikmat yang lain yg kita rasakan dalam sehari, bagaimana dalam seminggu, setahun dan seterusnya. Allahu akbar …. Sungguh betapa luas nikmat dan kasih sayang Allah kpd kita. Di saat kita membaca tulisan ini saja…berapa nikmat yang Allah SWT sudah atur agar Tulisan ini bisa tebaca, bagaimana teknologinya, siapa yang menemukan ini dan itu segala hal yg terkait sehingga kita bisa dengan mudah membaca di depan kita masing masing dg computer, hp dll..sedangkan ulama dahulu untuk mencari ilmu perlu berjalan jauh lama tapi di zaman kita sekarang bisa kita nikmati di rumah kita masing-masing.
Ini juga belum lagi janji Allah akan menambah atas setiap nikmat Nya yang kita syukuri dengan mengucapkan Alhamdulillah..ohh sungguh betapa kufur dan ingkarnya kita kpd Allah..kita dituntut mengucapkan Alhamdulillah agar kita dianggap taat dan akhirnya nikmat ditambah kok malah kita ingkar dan banyak lupa dan mengeluh..
Alhamdulillah atas segala nikmat Mu yaa Allah..jadikanlah kami hamba-hamba yang bisa mensyukuri nikmat dengan bisa menggunakannya sebaik-baiknya untuk mencari keridhoanMu. Jangan sampai dengan nikmat tadi kita terjerumus kedalam kemurkaan dan nerakaMu..
Iyaa Alhamdulillaaaah Maa Kholakta hadza bathilan subhanaka…Ya Allah Engkau tidak memunculkan teknologi, internet, Facebook dsb di zaman kami ini agar kami lebih mudah terjerumus dan celaka, Subhanaka..Maha suci Engkau Ya Allah…tidak mungkin maksudMu seperti itu, kami aja yang tidak bisa mensyukuri nikmat. Ini semua adalah nikmat yang bisa digunakan untuk kebenaran dan Haq..maka dari itu “Faqinaa ‘Azabannar” jagalah kami dari api neraka ya Allah, jangan sampai gara-gara Facebook kami lupa waktu, bermaksiat dan melanggar perintahMu. Jadikanlah ini semua sarana kami untuk lebih bisa mendekatkan diri dan mendapatkan keridhoanMu. Terimakasih dan Alhamdulillah ya Allah dengan adanya Facebook ini kami bisa berbagi ilmu dan melaksanakan perintahMu dg saudara-saudara kami seiman seagama. Washollallohu ‘alaa sayyidana Muhammad wa ‘alaa alihi washohbih. Walhamdulillahi Robbil ‘alamiin