Kajian Tafsir Hari ini Kamis 20 September 2012
TAFSIR SURAT Alam Nasyroh ayat 3

{الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ} أَثْقَلَ ظَهْرَكَ فَأَوْهَنَهُ حَتَّى سُمِعَ لَهُ نَقِيضٌ، أَيْ صَوْتٌ.
“yang mana memberatkan punggungmu”
Berkata para ulama Ahli Tafsir : yakni membebani punggungmu dan melemahkannya sehingga terdengar suara (dampak dari beban berat tsb)

Dari pengertian tafsir terdahulu bisa kita fahami bagaimana Cinta Allah kepada Beliau sehingga Beliau diberi sebelum meminta tidak sebagaimana Nabi Musa As..ketika diperintahkan Allah swt berdakwah menghadap Fir’aun (QS Toha 24) maka Begitu Nabi Musa AS mengerti, memahami bahwa perintah Allah ga mungkin ditolak, ga mungkin dibantah walaupun Beliau saat itu berarti harus meniggalkan istrinya sendiri yang sudah hamil tua hendak melahirkan di tengah lembah di musim dingin (QS Toha 10), dan Beliau juga mengetahui Fir’aun adalah Raja yg Besar dan Kejam, maka sepontan Beliau berdoa minta dilapangkan dadanya, dimudahkan dan bahkan minta bantuan teman pendamping dst (QS Toha 25-35). Dari surat ini maka kita juga fahami betapa tinggi kedudukan Rasulullah dibanding dengan Nabi dan Rasul yang lain.
Bahkan Allah di surat ini tidak hanya member nikmat kelapangan dada bahkan Allah juga meringankan beban berat yang sangat memberatkan punggung Beliau. Dari ayat ini pula bisa kita pahami bahwa dosa itu lah yang terkadang memberatkan seseorang sehingga di saat hendak beribadah terasa malas, capek dan bahkan bisa tidak jadi beribadah sebab masih ada dosa yang belum ditaubati atau belum diistighfari…hal ini sebagaimana perkataan Imam As-Staury : Saya tidak bisa Bangun Qiyamullail selama 5 bulan dikarenakan satu dosa yang aku perbuat…ditanyakan kpd Beliau ..Dosa apakah itu : aku melihat ada seseorang menangis kemudian dalam hati aku berkata ; ini adalah orang yang pamer / riya (yakni Beliau berdosa su’uzon terhadap orang yang menangis)..Lantas bagaimanakah dengan dosa-dosa kita yang bertumpuk sehingga menghambat kita dari ibadah ..baik itu untuk mencari Ilmu agama, mengamalkan ilmu apalagi untuk bisa berdakwah mengajak orang untuk berilmu dan beramal…Taubat dan Istighfar adalah solusinya….
Begitu Rasulullah mengetahui kalau Beliau sudah diampuni dosanya..baik yang dahulu dan yang akan datang..Beliau pun memikirkan bagaimana dengan Nasib ummatnya..Maka Allah pun memberi kemudahan bagi ummatnya bahwa :
– Taubat akan diterima selama nyawa belum ditenggorokan;
– Taubat akan diterima sebelum matahari terbit dari barat;
– Allah bergembira dengan orang yang bertaubat dan pasti menerimanya;
– Allah tidak akan bosa menerima taubat dan istighfar hambaNya sekalipun berulang-ulang selama hamba itu juga tidak bosan untuk taubat dan beristighfar kpd Allah…dsb
Wallahu A’lam