LANJUTAN 2

RESENSI TALIM MINGGUAN RUTIN RABU MALAM KAMIS (11-sept-2013)
Bersama Mahasiswa IPB DI MASJID JAMJUM DRAMAGA
(Depan Hotel Duta Berlian)

TEMA : KAJIAN SETANOLOGI 2

Bab Ayat2 Quran yg Menjelaskan Tentang Syetan..

B. khilafah tingkat menengah adalah paling tidak kita bisa mengamankan keluarga kita dari program syetan menyeret manusia ke Neraka sebagaimana dalam QS At-Tahrim ayat 6 “Jagalah dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka”. Kalau kita menjaga diri kita aja susah gmn menjaga keluarga kita..? contoh jika kita tidak bisa menjaga kita dari penglihatan yg mengarah ke neraka bagaimna bisa kita mengatur, menjaga penglihatan mata keluarga kita. Kalau kita susah menyesuaikan pakaian kita dalam menutup aurat dan sesuai dengan anjuran Syar’i dan berciri Islami bagaimana bisa kita bisa mengatur pakaian anak istri kita agar menutup aurat dan meningkatkan lebih sya’ri dan sesuai dg anjuran Nabi…?

C. Khilafah tingkat atas adalah bisa mengatur dan menjalankan kehidupan orang sekitar kita sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT baik lingkup santri atau murid kita, lingkup rt atau kampung kita dan seterusnya meningkat sesuai dengan meningkatnya kadar dan Kekuatan Tasbih sang Khilafah, kadar dan Kekuatan Ilmunya serta kadar dan kekuatan Penyampaian Ilmunya.  Yakni bahwa Rajin Tasbih (ibadah) dan Ilmu itu adalah syarat dan modal kholifah seperti yg Allah ceritakan tentang perkataan para Malaikat bahwa “kami sering bertasbih” dan “Allah mengajari Nabi Adam”. Kemudian tidak hanya cukup sedemikian supaya Nabi Adam berhak mendapatkan pengakuan berupa sujud ta’dzim dari malaikat maka Allah pun memerintahkan kpd Nabi Adam untuk mengajar, mengabarkan, menjelaskan, dan berdakwah kpd para malaikat. Begitu malaikat menyerah dan tidak memeliki keilmuan “Maha Suci Engkau Ya Allah bahwa kami tidak punya Ilmu…” maka pantaslah jika Allah memerintahkan malaikat agar sujud kpd Nabi Adam : “usjuduu li Adam”. Artinya rakyat itu akan mengakui dan sujud (nurut) kpd sang kholifah jika Dia sudah memenuhi seperti keriteria di atas.  Kholifah itu harus memiliki Kekuatan Ilmu, Amal ibadah dan Rajian dalam Mengajar dan Berdakwah/mengajak kepada Allah SWT karena dia adalah Kholifatullah di muka Bumi.

3- Di saat terjadi dialog antara Allah, Iblis, Malaikat dan Nabi Adam, Siti hawa belum tercipta dan belum ada ceritanya. Dari sini maka sangat salah jika Kaum Adam apabila hendak mengambil keputusan bertanya kepada kaum Hawa yakni bertanya ke Istri atau orang wanita. Hal ini karena Kaum hawa dahulu tidak mengerti tugas ke khilafahan, Amanah keilmuan dan juga adanya pihak yg kontra yakni syetan sehingga dikatakan dalam hadist “ Wanita itu adalah tali / sarana syetan” yakni untuk mengikat, menggoda dan menjerumuskan kaum Adam sehingga dia tidak bisa dan lupa akan tugas dan tujuan hidupnya yakni untuk menegakkan Ibadah dan Khilafah di muka bumi….

Berlanjut…dikit dikit aja…semoga bisa berkah

Yuk kita sama sama berjuang mengajak dan berdakwah dengan segala sarana yg ada..semoga semakin banyak sodara kita yg bisa kita selamatkan dari jebakan syetan dan program syetan…Amin