Assalamualaikum Wr Wb…

 

Resensi Talim Pagi Jumat 4 Oktober 2013

Tafsir Surat Yasin 74-76

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (74) لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (75) فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (76)

Dan mereka mengangkat (berhala sebagai) tuhan selain Allah SWT agar mereka bisa ditolong (oleh berhala itu jika Allah menurunkan azab atau lagi ada masalah). Mereka (berhala itu) tidak akan mampu menolong mereka dan mereka (berhala itu) mempunyai pengikut yg mereka semua berikut pengikutnya akan dihadirkan di neraka bersama-sama. Maka Janganlah perkataan mereka membuat engkau sedih (ya Muhammad) Sesungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka sembunyikan dan apa yg mereka tampakkan…

 

Komentar saya :

Ayat 74 : Imam Jalalin mengatakan : kenapa mereka mengangkat berhala sebagai tuhan. Agar berhala itu menghalangi mereka, bisa membantu mereka dengan memberikan syafaat dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.. Artinya sekafir dan semusyrik apapun yg namanya manusia pasti yakin akan adanya azab atau paling tidak dia suatu ketika akan tertimpa masalah. Nah di saat itulah manusia akan tampak kelemahannya dengan mencari penolong dan tempat mengadu untuk menyelesaikan dan menghindarkan dirinya dari azab atau masalah dalam kehidupan tsb. Namun sayang kebanyakan manusia lupa dan tidak tahu bahwa azab itu kalau datangnya dari Allah maka hanya Allah sajalah yg bisa mengangkat dan menyelesaikannya. Jadi solusinya harus dipasrahkan dan taubat kepada Allah lagi..

Ayat 75 : di dalam ayat tersebut jelas Allah SWT menyatakan bahwa siapa pun dan apapun yg mereka anggap sebagai tuhan tidak akan mampu dan tidak akan bisa menolong mereka, mengatasi masalah, memberi jalan keluar apalagi mengangkat azab dari mereka jika Allah sudah menurunkan azab. Hal ini banyak terbukti dalam kisah-kisah para Nabi terdahulu di antaranya bagaimana Firaun dengan kebesaran, kehebatan dan kecanggihan kerajaan dan pasukannya bisa kalah dan tenggelam tanpa dia sadari sebelumnya menghadapi Nabi Musa As yang dianggap rendah dan remeh oleh mereka. Dan yg lebih parah dari azab itu bahwa mereka semua, pembesar, bos, juragan, Raja dan apapun yg mereka taati dan mereka takuti sebagaimana selayaknya tuhan akan dijerumuskan bersama-sama di dalam neraka. Artinya makhluk yg mereka andalkan untuk menolong mereka justru akan ikut sengsara bersama mereka yang lemah di dalam azab dan neraka Allah. Kenapa mereka dihukum bersama padahal yg mengaku tuhan atau yg dituhankan itulah yg pantas disiksa..? iyaa hal ini dikarenakan kesalahan mereka mengapa harus takut dan tunduk kepada selain Allah SWT. Bagaimana dengan kita yg terkadang demi menuruti dan takut sama bos dan atasan kita terkadang harus meninggalkan sholat dan melanggar perintah dan menabrak larangan Allah SWT. Makanya tidak heran jika dikatakan bahwa besok di hari kiamat Allah akan menggiring manusia ke neraka dalam bentuk rombongan. Ini rombongan satu pabrik yakni berikut Bos, staff dan karyawannya karena mereka semua terlibat dalam rangka meninggalkan perintah dan menabrak larangan Allah. Rombongan satu stadion, satu desa dan seterusnya digiring komplit dari atasan sampai bawahan. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam surat al Mulk :

تَكَاد تَمَيَّزمِنْ الْغَيْظ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْج سَأَلَهُمْ خَزَنَتهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِير.

“Hampir saja Neraka itu hancur berkeping-keping karena murka kpd orang kafir. Dan setiap ada serombongan besar (sestadion, sepabrik, sekantor, sedesa dll) di masukkan ke dalamnya maka penjaga neraka pun bertanya (keheranan) Apakah tidak ada pemberi peringatan yg datang diutus kpd kalian” apakah kalian tidak tahu para Nabi, kalian tidak kenal ulama, apakah tidak ada kyai yg mengingatkan kalian akan perintah dan kewajiban, apakah kalian tidak kenal dengan ustadz yg suka memberi nasehat…? Bukankan mereka itulah para pewaris Rasul dan penerusnya…?

 

Ayat 76 : dalam ayat ini ada isyarat bahwa yang Namanya pedakwah itu mesti menghadapi omongan yg bernada kontra dan tidak mendukung bahkan lebih cenderung menuduh. Dan itu semua harus dihadapi dengan lapang dada dan senang hati sebab dalam ayat ini Allah melarang Rasulullah untuk bersedih artinya hadapi hal itu dengan senang hati sebab dengan adanya orang-orang yg kontra, komentar dan memusuhi itulah kita jadi naik derajat, mendapat pahala sabar dan bahkan mendapatkan dukungan dari Allah SWT baik berupa ayat dan mukjizat dalam rangka menjawab omongan mereka. Artinya bagi setiap pewaris Rasulullah SAW pasti akan mewarisi hal seperti itu juga yakni komentar, kata-kata pahit dan tuduhan yg tidak benar dsb. Namun sebagaimana Allah mengobati kesedihan Rasulullah SAW dengan diberi ayat dan mukjizat maka sudah seharusnya dan sudah sepantasnya jika para pedakwah mengalami ujian seperti itu juga mencari obat sedih dan galaunya dengan menambah pentadabburannya terhadap ayat, terlebih pentelaahan akan sejarah para pedakwah dan para Nabi yg ada di al-Quran. Bukan malah sebaliknya mecari obat sedihnya dengan hal hal yg dimakruhkan apalagi dengan hal yg diharamkan Allah dsb. Sebab jika pedakwahnya saja tidak bisa mendapatkan penawar hati, pengobat galau dan sedih dari Al-Quran bagaimana mungkin ummat bisa mau mengerti dan mengkaji al-Quran…? tentu mereka akan lebih parah dan mencari pengobat hati dan galau dengan hiburan bahkan ke hal-hal yg diharamkan Allah seperti mabuk, obat terlarang dan perzinahan. Waliyaazubillah

Apakah tidak cukup jika Allah menyatakan “kami mengetahui apa yg mereka sembunyikan (dari berbagainiat, rencana dan rekayasa) dan Apa yang mereka tampakkan (baik persiapan dhohir dan segala upaya mereka dalam menghalangi dakwah)”. Artinya kalau memang itu urusan dakwah berarti itu adalah urusan Allah. Dan kalau Allah mengetahui bahwa urusannya ada yang menghalangi dan menghambat tidak mungkin Allah membiarkannya…Mengapa kita harus sedih dan galau kalau Allah sudah mengetahui segala permasalahan kita..? Apakah Allah tidak mampu menyelesaikannya..? apakah kalau kita benar benar sudah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan sungguh-sungguh berjuang kemudian kita dibiarkan begitu saja…?? Kalau dengan Al-Quran dan Janji Allah permasalah dan Galau kita belum bisa disembuhkan…Maka betapa parahnya penyakit hati kita. Wallahu A’lam

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yg faham dan mengerti akan al-Quran dan bisa mengamalkan Al-Quran dan menjadikan al-Quran sebagai obat atas segala kegalauan dan permasalahan sehingga kita layak menjadi pewaris Rasulullah SAW..Amin..