HIKMAH BESAR DALAM KISAH GHOZWAH BANI MUSTHOLIQ

MAJELIS MAULID DAN KAJIAN SIRAH NABAWIYAH 22 September 2016 ‎

Sahabat MT Darul Futuh yg dirahmati Allah swt….‎
Alhamdulillah kita bisa bertemu kembali setelah sekian lama Kajian di Dumay ini sempat ‎tertunda semoga kedepannya MT Darul Futuh bisa lebih Eksist di Dunia Maya dan bisa ‎membawa keberkahan bagi semua…Mohon dukungan dan doanya selalu semoga semua ‎program Dakwah di MT Darul Futuh ini senantiasa bisa terlaksana dengan sebaik baiknya…‎

img-20160923-wa0024
Sebagaimana biasa kami akan melaporkan dan memberikan Ringkasan seputar Program Rutin ‎Mingguan setiap Kamis Malam Jumat jam 19.45 – 22.00 wib yakni Pembacaan Maulid dan ‎Kajian Siroh An-Nabawiyah. Program ini tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan kadar ‎ma’rifat (perkenalan) kita terhadap Junjungan Kita Nabi Agung Muhammad saw dengan ‎bersholawat dan mengkaji sejarah hidupnya. Dengan demikian diharapkan setelah kita ‎mengenal dan mengenal lebih jauh maka pada akhirnya kita akan bisa mencapai derajat ‎mencintai Rasul saw dengan sepenuh hati kita. Sehingga di saat itulah kita akan mudah, ringan ‎dan tidak keberatan di dalam menjalankan perintah dan anjurannya sebagaimana kalau kita ‎menuruti keinginan orang yg kita cintai tanpa ada rasa malas dan berat. Bahkan pada suatu saat ‎jika demi yg kita cintai tersebut membutuhkan pengorbanan dan perjuangan kita, maka akan ‎dengan mudah dan senang hati kita berkorban dan membelanya yg mana itu semua bisa ‎terwujud jika ada cinta dan mahabbah di hati kita terhadap Junjungan Mulia Nabi Agung ‎Muhammad saw. Saat itulah kita akan merasakan kenikmatan dibalik semua perintah yg Beliau ‎titahkan karena adanya makna bertambahnya kedekatan maknawi antara kita dengan Sang ‎Rasul saw…Semoga Allah menganugerahkan Rasa Mahabbah tsb di hati kita kpd Baginda Rasul ‎saw…amiin…‎

img-20160923-wa0027
Acara ini para sahabat yg dirahmati Allah, diadakan di Musholla Nurul Iman, sebuah Mushollah ‎kecil namun Full Barokah. Letaknya di Jalan Batuhulung 11 Gg Got Ciputih (BBS) RT 3 RW 01 Kel ‎Marga Jaya. Posisinya sangat mendukung untuk kegiatan seperti ini yakni berada persis di ‎tengah sawah pas di Belakang Giant Dramaga. Walau pun lokasinya cukup nyempil akan tetapi ‎banyak jamaah baik yg Ikhwan mau pun akwahwat hadir dalam acara ini. Bahkan banyak di ‎antaranya membawa Istri dan Anaknya. Ada yg dari dekat seperti dari Cifor, Laladon, sindang ‎Barang dan sekitarnya. Ada Juga yg dari Jauh seperti Cibanteng, Pondok Rumput, Ciomas Alam ‎Tirta, Ardio Pasar Anyar bahkan yg dari Cietereup.. Iya mereka semua hadir dalam rangka ‎berupaya merawat, menumbuhkan dan memupuk Rasa Cinta yg Hakiki kepada Baginda Nabi ‎Muhammad saw. Bukan karena mengejar harta duniawi dan jabatan. Bukan karena hubungan ‎kekerabatan atau sekampung. Bukan karena hubungan sebuah almamater dan yang lainnya ‎tapi karena sebuah Keimanan yg sama sama tertanam di dalam dada ini. Semoga Allah swt ‎senantiasa memberkahi perkumpulan kita dalam acara ini Insya Allah Amin.‎
Baiklah Sahabat MT Darul Futuh yg dirahmati Allah berikut akan kami sampaikan Ringkasan dari ‎Kajian Siroh An-Nabiwiyah minggu ini (Kamis 22 Sept 2016) yg disampaikan oleh Guru Kita Ust ‎Ahmad Said yg telah sampai di penghujung pembahasan tentang Ghozwah Bani Mustholiq / ‎Muroisi’. ‎
Hikmah di balik peristiwa peperangan ini : ‎
‎1-‎ Wujud Keimanan dan keyakinan yg Teguh dari Sahabat Anshor bukti bahwa Islam ‎bukan ajaran Kelompok atau Golongan. ‎
Di dalam perjalanan Pulang dari Peperangan ini dijelaskan bahwa setelah orang munafiq ‎‎(Abdullah bin Ubay bin Salul) berkata keji dan mengkeritik baginda Rasul saw maka puteranya ‎sendiri yakni Sayyidina Abdullah bin Abdullah RA. Meminta izin kepada Rasulullah untuk ‎membunuh dan membawa kepala ayahandanya sendiri. Berkata Imam Al-Haifizd As-Syami ‎dalam kitab Subulul Huda War Rosyad : ‎
سبل الهدى والرشاد في سيرة خير العباد (4/ 357) محمد بن يوسف الصالحي الشامي (المتوفى: 942هـ)‏
السادس: في استئذان عبد الله بن عبد الله بن أبيّ في قتل أبيه المنافق، من أجل المقالة الخبيثة التي قالها‎.‎
Kitab Subulul huda War Rosyad dalam hal Siroh Hamba yg Terbaik Juz 4 Hal 357 Karya Imam Al-‎Hafidz Muhammad bin Yusuf Ash-Sholihi Asy-Syami Wafat 942 H. :”ke enam : di dalam ‎permohonan izin Abdullah bin Abdullah bin Ubay (kpd Rasul saw) untuk membunuh ayahnya ‎yg munafiq tsb, yg mana hal ini dikarena perkataannya yg sangat keji (terhadap Rasul saw) yg ‎telah dia katakan.‎
‏ وفي هذا العلم العظيم والبرهان النّيّر من أعلام النبوة، فإن العرب كانت أشدّ خلق الله حميّة وتعصّبا،
Maka di dalam hal ini ada sebuah ilmu yg agung dan bukti yg sangat gamblang dari tanda tanda ‎kenabian, sebab sesungguhnya bangsa Arab di masa dahulunya adalah suatu bangsa di antara ‎makhluk Allah swt yg paling dahsyat di dalam masalah Fanatisme dan Perlindungannya ‎terhadap sesama golongannya. ‎
‏ فبلغ الإيمان منهم ونور اليقين من قلوبهم إلى أن يرغب الرجل منهم في قتل أبيه وولده، تقرّبا إلى الله تعالى وتزلّفا إلى ‏رسوله،
Maka sungguh keimanan dan nur keyakinan yg ada pada hati hati mereka telah sampai pada ‎suatu derajat yg sangat tinggi, bahkan sampai salah seorang di antara mereka ingin dan mau ‎membunuh ayahn dan anaknya sendiri dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt dan ‎Rasul Nya. ‎
‏ مع إن النبي صلى الله عليه وسلم أبعد الناس [نسبا] منهم، أي الأنصار،
Padahal Nabi saw adalah orang yg paling jauh dari segi nasab dengan mereka yakni sahabat ‎Anshor. ‎
‏ وما تأخّر إسلام قومه وبني عمّه وسبق إلى الإيمان به الأباعد إلا لحكمة عظيمة،
Dan Tidaklah keterbelakangan Keislaman Kaum Nabi saw dan anak anak pamannya dan ‎kesegeraan keimanan terhadap beliau oleh orang orang yg jauh kekerabatannya dengan ‎Beliau kecuali adalah karena adanya suatu hikmah yg sangat besar. ‎
‏ إذ لو بادر أهله وأقربوه إلى الإيمان به لقيل: قوم أرادوا الفخر برجل منهم، وتعصّبوا له،
Sebab jika keluarga Beliau dan kerabatnya yg beriman duluan kepada Beliau maka akan ‎dikatakan : mereka adalah kaum yg ingin membanggakan angota kelompok mereka dan fanatic ‎dengan golongan mereka…‎

‏ فلما بادر إليه الأباعد وقاتلوا على حبّه من كان منهم، أو من غيرهم،
Begitu orang orang yg jauh yg bersegera beriman kpd Beliau dan mereka orang yg jauh itu rela ‎memerangi orang yg mereka cintai di antara mereka atau dari orang lain..‎
‏ علم أن ذلك عن بصيرة صادقة، ويقين قد تغلغل في قلوبهم، ورهبة من الله تعالى أزالت صفة قد كانت [سدكت] في ‏نفوسهم من أخلاق الجاهلية،
Dari hal tsb diketahui bahwa keimanan mereka itu timbul dari pandangan mata hati yg jujur, ‎timbul dari keyakinan yg benar2 bergejolak di hati mereka, dan timbul dari sebuah rasa takut ‎kpd Allah swt sehingga mampu menghilangkan suatu sifat yg sudah sangat kuat melekat pada ‎jiwa mereka dari berbagai macam akhlak Jahiliyah.‎
‏ لا يستطيع إزالتها إلا الذي فطر الفطرة الأولى، وهو القادر على ما يشاء.‏
Tidak akan ada yg mampu menghilangkannya kecuali Sang Pencipta Fitrah yg semula dan Hanya ‎Dial ah yg maha Kuasa atas apa yg Ia Kehendaki..”‎
‎ Dari hikmah yg pertama ini wahai sahabat MT Darul Futuh sekalian…kita bisa memandang ‎kpd diri kita dan bertanya : ‎
a-‎ Sudah sejauh manakan keimanan kita..?‎
b-‎ Sudah berapa sifatkah dari sifat dan akhlak jelek yg sudah terhilangankan berkat ‎keislaman dan keimanan kita…?‎
c-‎ Apakah keimanan kita selama ini timbul dari mata hati yg benar benar jujur, dari ‎keyakinan yg kuat atau dari ikut ikutan semata atau hanya iman keturunan yg tidak ‎mengerti apa makna dan konsekwensinya…? Sehingga sejak kecil kita beriman dan ‎beribadah tidak ada perubahan, bukti dan hasilnya…‎

img-20160923-wa0025

demikian sekilas ringkasan kajian sirah kali ini dan masih ada beberapa hikmah yg lainnya..di antaranya :

2- bagaimana keyakinan sahabat terhadap dzat / jasad Nabi Muhammad saw..?

3- Bagaimana sikap ulama terhadap Ghulat Syi’ah…?

4- Lebih utama Mana Sayyidah Aisyah dengan Sayyidah Maryam binti Imron..?

5- Doa Terlepas dari kesulitan…

semua bisa anda simak dan anda ikuti dengan bergabung di chanel Telegram MT Darul Futuh dengan mengklik link berikut ini :

@MTDarulFutuhBogor

Telegram.me/MTDarulFutuhBogor

Demikian semoga laporan ini dan resensi ini bermanfaat…

Wassalam