Ringkasan dan Poin-poin KajianSetanologi

Resensi singkat Kajian Setanologi Rabu 25-Sept-2013 di Masjid Jamjum Bersama Temen2 Mahasiswa IPB (Nurul Fikri dan KMNU)

MENGKAJI AGAMA ISLAM PERLU KEJELASAN SUMBER.

Resensi singkat Kajian Setanologi Rabu 25-Sept-2013
di Masjid Jamjum Bersama Temen2 Mahasiswa IPB (Nurul Fikri dan KMNU)

Dalam kisah Nabi Adam AS Sang Manusia pertama dan Iblis (yg kadang dipanggil syetan juga) Allah menceritakan bahwa setelah adanya satu pelanggaran (iya sekali lagi satu pelanggaran, bagaimana dengan dosa dan pelanggaran kita) yang sebab kecilnya adalah syetan memperdaya Nabi Adam AS melalui perantaraan Istrinya Sang Wanita Pertama (sebagaimana dalam cerita dalam hadist dialog antara Allah dan Nabi Adam) dan Sebab Utama yang paling besar adalah Allah SWT yg berkehendak menulis sekenario cerita bahwa nanti Nabi Adam AS diturunkan setelah Syetan berhasil menggoda Beliau memakan buah yang dilarang oleh Allah di dalam Surga.
Setelah tadinya di surga, melanggar kemudian diturunkan dari Surga Nabi Adam AS diceritakan menerima kalimat dari Allah SWT dengan cara Talaqqi (menerima suatu teori atau ajaran kalimat dengan penuh adab, kesadaran dan pemahaman).
فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (37)
“Maka Nabi Adam mentalaqqi kalimat-kalimat dari Tuhannya sehingga Allah pun memberi taubat atasnya (menerima taubatnya) dan sessunggah Dia adalah Dzat yg Maha menerima taubat lagi maha penyayang” QS Al-Baqoroh ayat 37)

Wahai segenap saudaraku yg beriman terhadap Kisah dalam al-Quran yg dinyatakan oleh Allah SWT bahwa
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (111)
“Sungguh telah ada di dalam kisah-kisah mereka (para Nabi yg di Al-Quran) ini suatu ibroh (pelajaran, nasehat) bagi orang yg mempunyai akal. Itu bukanlah suatu cerita yg dibuat-buat (fiktif, dongen tahayul atau kisah film dan sinetron yg omong kosong) akan tetapi hal itu merupakan bukti kebenaran kitab2 sebelumnya dan penjelasan akan segala sesuatu (permasalahan kehidupan dunia, agama atau akherat), petunjuk (kebahagiaan, keberhasilan, keselamatan, kesuksesan dsb) dan sebagai rahmat bagi segenap orang yg beriman (akan kisah tersebut sehingga mempelajari faktor2nya dan mengaplikasinya dalam kehidupan sehari-hari)
Kalau kita sudah percaya bahwa di dalam kisah Nabi Adam tersebut ada pelajaran bagi kita maka pelajaran apakah gerangan…?
Allah SWT sengaja di dalam ayat menyebutkan bahwa kalimat (doa) yg diterima Nabi Adam tersebut dinyatakan Min Robbihi. Dari pernyataan ini ada beberapa hal yg bisa kita simpulkan yang pertama :
– Kejelasan sumber dari suatu kalimat atau ajaran itu penting di dalam menentukan kejelasan, kebenaran atas suatu pendapat atau ajaran yg beredar di sekitar kita. Terkadang kita lupa meneliti siapakah yg menulis, yg mengeluarkan statement, yg memberikan anilisa dan diagnosa dari suatu masalah di saat kita galau dan mendapat musibah akhirnya kita curhat kepada orang yg sama sekali tidak layak untuk dijadikan tempat curhat sehingga kita mendapatkan suatu kesimpulan yg salah atau terjerumus seperti Nabi Adam yg menerima nasehat dan omongan iblis dan istrinya. Padahal Beliau adalah orang sudah langsung mendapatkan pembelajaran dari Allah SWT segitu pun masih lupa. Bagaimana dengan kita yg belum mempunyai guru seperti Nabi Adam dan sering lupa dan terbawa opini yg tidak jelas sumbernya tsb. Sebagaimana Foto copy jika sumbernya jelas maka hasilnya pun akan jelas. Tapi jika sumbernya kabur dan tidak jelas maka hasilnya pun akan tidak jelas. Hasil yg tidak jelas tsb apabila di foto copy lagi maka akan semakin tidak jelas. Dari sini lah mungkin di antara salah sebab kenapa sekarang ini banyak majelis atau pesantren yg semakin tidak jelas atau sepi dan bahkan tutup. Mungkin di antara penyebabnya adalah ketidak jelasan sumber guru atau keilmuan yg di dapatnya. Yakni di dalam mengkaji ilmu agama harus ada kejelasan sumber atau guru yg mempunyai sanad berguru yang sampai bersambung kpd Rasulullah saw sehingga kita bisa tahu bahwa pemahaman itu adalah benar benar dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam shoheh Muslim :
عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، قَالَ: ” لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الْإِسْنَادِ، فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ، قَالُوا: سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ، فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ، وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ. ”[صحيح مسلم 1/ 15] Dari Imam Ibnu Sirin : Dahulu para sahabat, tabiin dan ulama tidak pernah bertanya tentang sanad (penyandaran ilmu dan pemahaman agama) namun di saat sudah terjadi fitnah (peperangan antar ummat Islam) maka para ulama mengatakan : “sebutkan kepada kami siapakah guru-guru kalian, maka mereka melihat kpd setiap ulama ahli sunnah maka hadis, ilmu mereka pun akan diambil, dan jika bersumber dari ahli bid’ah maka tidak diambil hadis mereka.
Dari sini sangat disayangkan kalau ada orang yg masih mau belajar kepada para Prof, Dr atau titel-titel yg lain yg mana mereka jelas jelas tidak pernah belajar kpd para ulama bahkan mereka belajar Islamnya dari orang Kafir, dari Univ. Barat. Kalau gurunya saja kafir gimana muridnya bisa jadi beriman. Guru kencing berdiri murid kencing berlari.
– Dari ayat itu juga maka para ulama sangat serius memperhatikan segala sesuatu hal yg datangnya dari Allah swt, dari Rasulullah saw, para ulama dan Auliya’ sholihin sebab menghasilkan suatu yg hal positif sebagaimana Nabi Adam begitu menerima kalimat yg dari Allah swt Beliau pun diterima taubatnya. Nah bagaimana dengan Mafhum Mukholafahnya atau pemahaman sebaliknya bagaimana jika kita menerima kalimat bukan dari Allah atau dari syetan seperti bisikan dan rayuan syetan..? jelas kita juga akan mengalami hal yg sama dihukum, turun derajat bahkan bukan hal yg mustahil kalau kita juga akan mendapat siksa dan laknat dari Allah swt. Dari sini pulalah mengapa orang kafir antek syetan gethol dan gemar menyebarkan kalimat-kalimat baik dalam bentuk tulisa, nyanyian syair dsb walaupun itu harus mengeluarkan modal. Hal ini tidak lain dan tidak bukan untuk mendukung program syetan yg sudah bersumpah akan menyeret dan mengajak sebanyak mungkin anak Adam ke neraka. Jadi jangan heran jika ada konser musik pasti yg hadir akan penuh tapi jika ada ceramah dan kajian hanya sedikit. Iyaa karena syetan tidak mendukung pengajian dan menghalanginya. Oleh karena itu mari kita sebarkan luaskan berbagai kalimat-kalimat positif, nasehat, ceramah dan kajian dari para ulama kita semoga bisa menghasilkan taubat bagi saudara kita dan orang-orang yg kita cintai, menghasilkan pahala, rahmat dan keridhoan Allah SWT. Amin..
Oleh karena itu marilah kita jaga apa yg masuk di telinga dan pemikiran anak kita, keluarga, saudara kita. Dari mana sumbernya… ??? jangan sampai kita mendapat laknat dari Allah gara gara anak kita mendengarkan lagu dari orang-orang yg dimurkai dan dilaknat oleh Allah SWT.

 

Ditulis oleh pimpinan majlis darul futuh ahmad said

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close