Ringkasan dan Poin-poin Kajian

PERANG AHZHAB atau KHONDAK (Resensi Maulid Gotciputih 28 Des 2016)

MAJLIS TA’LIM DARUL FUTUH.
[BERILMU, BERAMAL, BERDAKWAH]

Pimpinan Ustad Ahmad Sa’id, alumni Hadromaut Yaman & ponpes al-khoirot bekasi

# Alamat : Komplek IPB 1, Sindang Barang (dekat pom bensin loji) Rt.03/12 No.05 loji. Bogor Barat. BOGOR
# Facebook (live streaming) : facebook.com/ahmad.said.16503
# Youtube channel : MT Darul Futuh
# Whatsapp : 08151924 7195
# Website : mtdarulfutuh.org
# Radio : Attanwir 102.4FM (jangkauan radio kawasan Bogor ciomas dan sekitar nya)
# Ta’lim harian
PAGI 09:00-11.30 : Senin,Selasa,Rabu dan Jum’at
Kajian tafsir Al-Qur’an, Fiqih dan Tasawuf
# untuk info Ta’lim mingguan, dan bulanan, dan ta’lim malam bisa hubungi kontak WA diatas

Maulid gotciputih 28-12-16
PERANG AHZHAB / KHONDAK

1. umur adalah modal utama perdagangan kita dengan Allah SWT

2. Dalam surat al-fatihah yang setiap hari kita baca sampai 17 kali dalam solat kita diajarkan untuk meminta kepada Allah, jalan yang lurus dan orang yang berada di jalan yang lurus adalah jalan orang yang di beri nikmat oleh Allah SWT, lalu siapakah yang di beri nikmat itu? dijelaskan dalam surat An-Nisa orang2 yang diberi nikmat adalah : Nabi, shiddiqin, syuhada, Solihin.

3. Kalo kita jadi nabi tidak mungkin, shiddiqin juga jauh kemana-mana, jadi syuhada juga berat, jadi minimal kita menjadi solihin, itu derajat mentok bagi kita untuk mendapatkan nikmat yang Allah janjikan, jadi kalo seumur hidup, kita belum bisa menjadi orang soleh, maka artinya seumur hidup kita belum pernah merasakan nikmat yang sesungguhnya yang di berikan oleh Allah.

4. Jadi hakikatnya kita setiap hari di arahkan oleh Allah untuk meminta menjadi orang soleh sampai 17 kali sehari sampai di jadikan ayat wajib untuk di baca dan di ulang2. Tujuan nya agar kita semua menjadi orang soleh.

5. dan kerjaan orang soleh itu lebih banyak dalam urusan akhirat, dalam urusan agama, berilmu, beramal, berdakwah, seperti para ulama.

6. Dan apabila kita pengen tau ciri2 dan kriteria orang2 soleh itu seperti apa, maka menurut para ulama standar minimalis orang soleh itu apabila tata cara hidupnya cocok seperti yang di jelaskan imam ghozali dalam kitab Bidayatul Hidayah.

7. Apabila kita belum bisa menjadi orang soleh, minimal kita berkumpul & dikumpulkan dengan orang2 soleh, maka ada kemungkinan kita terbawa ahlak mereka menjadi soleh.

8. Dimana perkumpulan orang2 soleh tersebut? Bukan di mall, bukan di lapangan futsall, bukan empang pemancingan, atau jauh2 di puncak gunung. Tapi mereka ada di majlis2 ilmu dan majlis2 zikir. Maka sering2 lah kalian menghadiri majlis2 tersebut, dan mudah2an kita termasuk di golongkan sebagai orang2 soleh

9. ciri-ciri peninggalan orang soleh yang diterima kesolehannya ialah, ketika orang tersebut sudah tiada, tapi peninggalannya, maulidnya semakin besar dan sering di baca dan dikaji oleh para ulama dan orang banyak (seperti maulid simtuddurror habib Ali al-Habsyi)

10. di akhir zaman banyak sunnah nabi dimatikan oleh orang-orang kafir dengan berbagai trik dan diganti dengan slogan2 lain hingga akhirnya ditinggalkan oleh ummat islam. Tidak lain karena ummat islam tersebut tidak mempunyai ilmu sehingga mudah di kelabui oleh orang kafir.

11. Orang yang berusaha menghidupkan sunnah nabi di akhir zaman seperti saat ini yaitu di saat orang2 mulai meninggalkan sunnah, maka pahalanya seperti pahala mati syahid

12. sayyidah soffiyah (bibi Rosul) membunuh satu penyusup dari bani quroidoh dalam perang khondak, dan akhirnya karena jasa membunuh musuh tersebut, rosul memberi ghonimah (harta rampasan perang) kepada sayyidah sofiyah, dan di anggap ikut perang karena membunuh musuh

13. Hasan bin tsabit seorang penyair, dia tidak punya kemampuan berperang, maka di suruh oleh rosul menjaga ibu2 dan anak2. Hikmah nya semua orang bisa berjuang dalam dakwah, sesuai kadar kemampuan nya masing2, dan saling melengkapi, jadi tidak ada alasan bagi ummat islam untuk tidak membantu dakwah.

14. jangan menyamaratakan suatu kaum karena kesalahan satu/beberapa orang di kaum itu dan malah dihukumi salah semuanya / sama jahatnya semua kaum tersebut.

15. jangan pernah coba2 ngakalin Allah SWT. Karena itu adalah sesuatu yang MUSTAHIL

16. jika ada kabar urusan kehormatan, dan urusan nyawa atau darah, harus tabayyun. Harus mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Dan ini banyak di langgar di akhir zaman saat ini. Karena dengan kemudahan berkomunikasi melalui media sosial & internet yang saat ini hanya dengan genggaman tangan dan jari. Orang2 terlalu mudah untuk menyebarkan berita2 yang belum tentu jelas kebenaran nya, bahkan banyak berita2 bohong yang akhirnya ummat islam sendiri yang menyebarkannya , dan takutlah kepada Allah,karena semua berita yang kamu share itu akan di pertanggung jawabkan. Cukup seseorang itu dikatakan pendusta apabila dia menyampaikan sesuatu yang dia dengar kepada orang lain. Maka tahanlah jari kita dari share sesuatu di media2 sosial sebelum kita tabayyun terlebih dahulu. Karena kalo berita itu fitnah maka, bisa fatal akibat nya, kita bisa terus dikirim dosa karena berita yang kita sebar ternyata terus di sebarkan oleh orang lain. Bahkan kalo kita sudah meninggal kita tetep nabung dosa selama fitnah tersebut (yang asalnya dari kita) belum berhenti di share oleh orang2.

17. bani quroidoh bisa bertahan dalam bentengnya selama 1 tahun tanpa keluar dari bentengnya, karena pasokan makanan yang banyak.

18. apabila ada berita positif sebarkan! tidak ada masalah, dan malah harus di besar-besarkan

19. sedangkan berita buruk jangan di sebarkan. karena bila berita negatif diangkan akan berpengaruh negatif kepada orang2. sebaliknya berita positif akan berdampak aman tenang kepada orang2

20. apabila ada berita negatif yang menurunkan semangat, balas dengan mengucapkan takbir penuh semangat di hadapan orang2 yang terkena dampak berita negatif

Wallohu ‘alam’

{Apabila ada yang kurang faham bisa ditanyakan kepada Ustad Ahmad di kontak WA di atas}

Sampaikan kepada yang lain…
Rosululloh SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” HR. Imam Muslim

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close