Alhamdulillah pagi ini pelajaran tafsir kita sudah sampai di surat Al-Fatihah ayat ke 3
Berkata para ulama Ahli Tafsir Rahimahumullah
Berkata Imam ibnu Kastir Ra :
عَنْ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَنَّهُ قَالَ: وَالرَّحْمَنُ رَحْمَنُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَالرَّحِيمُ رَحِيمُ الْآخِرَةِ.
[تفسير ابن كثير ت سلامة 1/ 124]
Diriwayatkan dari Nabi Isa AS bahwa Beliau bersabda dan Ar-Rahman adalah yg Maha Pengasih di Dunia dan Akherat. Dan Ar-Rohim adalah yg Maha menyayangi di Akherat
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: هُمَا اسْمَانِ رَقِيقَانِ، أَحَدُهُمَا أَرَقُّ مِنَ الْآخَرِ، أَيْ أَكْثَرُ رَحْمَةً، ثُمَّ حُكِيَ عَنِ الْخَطَّابِيِّ وَغَيْرِهِ: أَنَّهُمُ اسْتَشْكَلُوا هَذِهِ الصِّفَةَ، وَقَالُوا: لَعَلَّهُ أَرْفَقُ كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ: “إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ وَإِنَّهُ يُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ” (3) . وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ: الرَّحْمَنُ إِذَا سُئِلَ أَعْطَى، وَالرَّحِيمُ إِذَا لَمَّ يُسْأَلْ يَغْضَبُ، وَهَذَا كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الَّذِي رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ مِنْ حَدِيثِ أَبِي صَالِحٍ الْفَارِسِيِّ الْخُوزِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ” (4) [تفسير ابن كثير ت سلامة 1/ 125]
Sy. Abdullah bin Abbas berkata : Itu adalah dua nama yg sangat lembut. Salah satu di antara keduanya lebih lembut dari yg lain yakni lebih mengandung makna kasih sayang yg lebih banyak. Kemudian dikatakan dari Imam Al-Khothtobi dan ulama yg lain : Bahwa para ulama menganggap bahwa ada beberapa masalah musykil dalam sifat ini. Dan mereka para ulama berkata : mungkin yg dimaksudkan adalah berlemah lembut sebagaimana yg dijelaskan di dalam hadist : “Sesungguhnya Allah SWT Maha lemah lembut dan menyukai kelemah lembutan dalam segala urusan. SesungguhNya bakal diberi balasan atas orang yg berlemah lembut dengan apa yg tidak diberikan kpd orang yg kasar. “ Berkata Imam Ibnul Mubarok : Ar-Rahman adalah Zat yg disaat diminta pasti akan member dan Ar-Rohim adalah Zat yg apabila tidak diminta maka Dia akan murka” dan keterangan ini sama seperti dalam hadist yg diriwayatkan oleh Imam Tirmizi, Ibnu Majah dari hadisnya Abu Sholeh al-Farisi al-Khouzi dari Sy Abu Huroiroh RA Beliau berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yg tidak berdoa meminta kpd Allah maka Allah akan murka kepadanya.

قَالَ (1) ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنَا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ زُفَر، سَمِعْتُ العَرْزَميّ يَقُولُ: الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ، قَالَ: الرَّحْمَنُ لِجَمِيعِ الْخَلْقِ، الرَّحِيمُ، قَالَ: بِالْمُؤْمِنِينَ. قَالُوا: وَلِهَذَا قَالَ: {ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ} [الْفُرْقَانِ: 59] وَقَالَ: {الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى} [طه: 5] فَذَكَرَ الِاسْتِوَاءَ بِاسْمِهِ الرَّحْمَنِ لِيَعُمَّ جَمِيعَ خَلْقِهِ بِرَحْمَتِهِ، وَقَالَ: {وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا} [الْأَحْزَابِ: 43] فَخَصَّهُمْ بِاسْمِهِ الرَّحِيمِ، قَالُوا: فَدَلَّ عَلَى أَنَّ الرَّحْمَنَ أَشَدُّ مُبَالَغَةً فِي الرَّحْمَةِ لِعُمُومِهَا فِي الدَّارَيْنِ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، وَالرَّحِيمُ خَاصَّةٌ بِالْمُؤْمِنِينَ، لَكِنْ جَاءَ فِي الدُّعَاءِ الْمَأْثُورِ: رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا..
Berkata imam Ibnu Jarir : bercerita kpd ku As-Sarri bin Yahya At-Tamimi, bercerita kpd kami Ustman bin Zufur. Aku mendengar Al-Arzamy berkata : Ar-Rahman Ar-Rahim kalau Ar-Rahman artinya merahmati seluruh makhluk. Ar-Rohim merahmati bagi orang mukmin saja. Para Ulama berkata : Dari situlah Allah berfirman : “Kemudian Ar-Rahman beristiwa’ di atas Arsy” (QS Furqon 59) dan Allah berfirman : “Ar-rahman beristiwa di atas Arsy” (QS Al-Ahzab 43) maka ketika menyebutkan istiwa Allah menggunakan NamaNya Ar-Rahman agar supaya RahmatNya umum mencakup seluruh makhlukNya..dan Allah berfirman : “dan Adalah Allah SWT Maha Penyayang terhadap orang2 yg beriman” (QS Al-Ahzab 43) maka Allah SWT mengkhususkan penyebutan mereka (orang beriman) dengan NamaNya Ar-Rohim.
وَالْحَاصِلُ: أَنَّ مِنْ أَسْمَائِهِ تَعَالَى مَا يُسَمَّى بِهِ غَيْرُهُ، وَمِنْهَا مَا لَا يُسَمَّى بِهِ غَيْرُهُ، كَاسْمِ اللَّهِ وَالرَّحْمَنِ وَالْخَالِقِ وَالرَّزَّاقِ وَنَحْوِ ذَلِكَ؛ فَلِهَذَا بَدَأَ بِاسْمِ اللَّهِ، وَوَصَفَهُ بِالرَّحْمَنِ؛ لِأَنَّهُ أَخَصُّ وَأَعْرَفُ مِنَ الرَّحِيمِ؛ لِأَنَّ التَّسْمِيَةَ أَوَّلًا إِنَّمَا تَكُونُ بِأَشْرَفِ (5) الْأَسْمَاءِ، فَلِهَذَا ابْتَدَأَ بِالْأَخَصِّ فَالْأَخَصِّ. [تفسير ابن كثير ت سلامة 1/ 126]
Kesimpulannya : bahwa di antara Asma Allah SWT ada yg bisa dipakai sebagai nama bagi yg lain dan di antaranya lagi ada yg ga bisa dipakai sebagai nama selain Allah. Hal ini seperti nama Allah, Ar-Rahman, Al-Kholiq (sang Pencipta), Ar-Rozzaq (sang Pemberi Rizki) dan nama lain yg seperti ini. Oleh karena itulah Allah memulai firmanNya dengan Nama Allah dan disifatinya dg Ar-Rahman sebab Ar-Rahman itu lebih khusus dan lebih terkenal dari Ar-Rohim. Sebab kaidah dalam penamaan biasanya nama yg paling mulia itu diletakkan paling depan. Oleh karena itu dimulai dg nama yg lebih khusus dan yg lebih khusus lagi.

Komentar Saya :
Alhamdulillah kita di dalam surat al-Fatihah yg harus kita baca 17 kali dalam sehari itu Allah memberi kita dan memperkenalkan diriNya kpd kita dengan sifat sifat dan nama yg penuh kemuliaan dan keagungan, terlebih membuka cakrawala pemikiran dan harapan kita kpd Allah swt dan bahkan bisa menyebabkan kita hanya terlena kpdNya dan melupakan yg lain.
Betapa tidak….Begitu kita membaca namaNya yang pertama yakni lafadz Allah….(pengertiannya sudah kita bahas dalam kesempatan sebelumnya)….iya lafadz Allah .. kita hanya menyebutkannya di lisan dan seakan akan akan dari kejauhan…kemudian ditambah lagi dengan penyebutan Ar-Rahman dan Ar-Rahim sehingga diharapkan kita benar-benar mengenal akan siapa Tuhan kita yg mempunyai nama Ar-Rahman dan Ar-Rohim…
Kalau kita Yakin Allah Ar-Rahman yg mana RahmatNya meliputi siapa aja baik yg berimana atau pun yg tidak, yg menyembah atau pun yg tidak, yg berakal atau pun yg tidak..lantas mengapa kita mesti menjadi orang yg meragukan akan rahmatNya yg khusus bagi orang yg beriman. Orang kafir aja yg jelas jelas tidak percaya, tidak menyembah dst masih dirahmati selama dia di dunia dg diberi rizqi, hak hidup dsb..mengapa kita untuk menjalankan apa yg kita imani dari perintah Allah lantas kita takut macam-macam. Takut ga dapat rizki hingga perlu menyuap, menipu dan mencuri. Takut pelanggan lari sehingga meninggalkan jamaah dan tidak hadir mengaji…Apakah kita tidak tahu dan tidak mengenal keRahmananNya..Justru kalau kita Beriman dan mengamalkan dg benar keimanan kita dg amal sholeh maka kita akan mendapatkan fasilitas tambahan berupa Rahimnya Allah SWT…
Yaah Sangat aneh kita ini..jika ingin mendapatkan tambahan gajian kita rela ngelembur kerjaan bahkan sampai kita bawa pulang dan dikerjain di rumah. Tidak cukup begitu kadang masih punya berbagai macam sambilan. Mengapa kita tidak mencari tambahan rahmatNya yg special bagi orang yg beriman dengan menambah ilmu, menambah amal dan syukur2 menambah aktifitas kita untuk mengajak orang kejalan RahmatNya…
Yaah Sangat aneh kita ini…jika orang pulang larut malam kita bilang rajin kerja dan mencari lemburan…giliran orang sering kepengajian, suka wirid dan membaca al-Quran kita bilang dia menganggur dan malas malasan..malah kita katakana ga punya kerjaan…iyaa itu kebanyakan pola pikir kita yg tidak mengerti makna dan tafsir Al-Quran.
Orang yg rajin pengajian berarti dia beriman dan mencari tambahan Rahmat dari sifat rahimnya Allah..
Orang yg suka wiridan dan membaca al-Quran berarti dia mempunyai sambilan yg bisa mendatangkan Rahmat dari Rahimnya Allah SWT..berarti dia mengerti dan meniru kerjaannya para sholihin, auliya dan muqorrobin bahkan mengikuti jejak ambiyaa wal mursalin. Tapi karena kita pake kacamata orang kafir dan meniru mereka, akal kita udah dicuci dan dikibulin oleh mereka sehingga kita jauh dari RahmatNya..hidup serba susah bingung dan tak tau arah..siang bolong katanya ‘tau ah gelap’…
Ya Rahman Yaa Rahim jadikanlah kami orang yg alim..yg mengerti mana yg harus dipentingkan dan diutamakan jangan sampai seperti perbuatan orang-orang yg lalim dan dholim
Ya Allah Ya Rahman .. sudah lama kami memohon hidayah dan tambahan iman..lantas sampai kapan kami dalam hidup di lembah kedholiman…menjauh dari ilmu dan amal seperti orang yg ga beriman..
Ya Allah Ya Rohim .. kami sudah panjatkan doa dan permohonan ini walaupun diri kami masih ga serius dan terkesan jaim…namun kami takut jika tidak memintanya Engkau bakal murka Ya Rahiim
Wa shollallohu ‘alaa Sayyidina Muhammad ar-Ra’uf ar-Rohim..wal hamdulillah rabbil ‘alamin..