Kajian Tafsir Hari ini senin 17 September 2012
TAFSIR SURAT Alam Nasyroh ayat 1

{أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ} أَلَمْ نفتح ونوسع 195/ب وَنُلَيِّنْ لَكَ قَلْبَكَ بِالْإِيمَانِ وَالنُّبُوَّةِ وَالْعِلْمِ وَالْحِكْمَةِ. [تفسير البغوي – طيبة 8/ 463]
“Bukankah telah Kami lapangkan dadamu”
Dalam tafsir al-Baghowi dijelaskan bahwa : bukankah telah Kami buka, telah Kami luaskan dan telah Kami lembutkan hatimu dengan Iman, dengan Kenabian, dengan Ilmu dan dengan hikmah…?
komentar saya :
kelapangan dada sangat dibutuhkan di dalam proses dakwah sebab akan menghadapi berbagai macam orang, masalah dan sebagainya dan semua itu akan bisa dilaksanakan dan dihadapi dengan baik jika Sang Pedakwah mempunyai dada yg sangat lapang dan luas sehingga sanggup menghadapi apa saja dalam proses dakwah dan menyampaikan Risalah.
Bagi setiap manusia pun membutuhkan kelapangan dada. Dalam menghadapi Istri, anak, keluarga dan kerjaan serta kenyataan hidup sehari-hari, semua orang membutuhkan kelapangan dada. Dia harus lapang dada dalam menerima ketetapan dari Allah SWT. Lantas bagaimana agar kita bisa lapang dada..?
Dari sekilah penafsiran ulama di atas kita ketahui bahwa Rasulullah SAW dilapangkan dadanya dengan beberapa hal, yakni : 1. Dengan Iman, 2. Dengan Ilmu, 3. Dengan Kenabian, 4. Dengan Hikmah. Bahkan di sebagian kitab tafsir dijelaskan lagi bahwa Beliau dilapangkan dadanya sama malaikat dengan dibelah dadanya dan dikeluarkan dari hatinya kotoran Ghill dan hasad..(HR. riwayat imam Ahmad)
Dari sini maka yg bisa kita tiru dalam kehidupan kita sehari-hari agar kita selalu dan mendapatkan kelapangan dada adalah yang 3 hal, sedangkan kenabian dan dibelah dadanya dan dikeluarkan oleh malaikat itu jelas tidak mungkin sebab di kehidupan kita sepertinya belum ada rumah sakit yg menerima operasi bedah untuk menghilangkan rasa hasud, iri dan dengki serta penyakit hati yang lain yg menyebabkan orang dadanya sempit bin sumpek alias merasa keluh kesah…
Artinya tiga hal yg masih mungkin kita upayakan untuk menghilangkan kesumpekan dan kesempitan dada adalah iman, ilmu dan hikmah…yakni dengan kita mencari dan menjalankan sebab sebab yg bisa menambah iman, ilmu dan hikmah kepada kita..
Lebih dipersingkat lagi kita ikuti saran Opik tombo ati….lebih singkat lagi kita hadir di majelis Ilmu yg di sana pembimbingnya adalah orang soleh dan ahli istiqomah..Semoga Allah melapangkan hati kita dan membersihkannya dari berbagai penyakit hati, menyembuhkan dan mengisinya dengan cahaya iman, ilmu dan hikmah Allah SWT. Aminnnnn